Prinsip Kerja Rangkaian lampu kilat Motor

Rangkaian lampu strobo blitz sering menggunakan led pada teknologi elektronika sekarang ini. Selain lebih hemat energi ternyata lebih kilat dari generasi lampu blits terdahulu. Bagaimana prinsip kerja lampu blits pada mobil berikut ini akan di jabarkan dengan gambalang dan singkat.

Rangkaian Lampu Kilat Otomotif Menggunakan LED,Lampu Kilat Otomotif,Rangkaian Lampu Kilat

Led akan menghasilkan emisi cahaya yang terang jika dialiri arus minimal 20mA dalam waktu tertentu. Namun jika led ini dikerjakan dalam pulsa-pulsa dengan duty cycle yang sangat kecil tidak akan menghasilkan kilatan yang cerah jika menggunakan arus hanya 20mA.

Ada dua alternatif untuk menyelesaikan masalah ini yaitu memperbesar duty cycle-nya dengan arus tetap pada 20mA atau tetap pada duty cycle yang kecil namun menggunakan arus yang lebih besar 10x dari arus normalnya.

baca juga : rangkaian lampu blitz sederhana

Hal ini dapat dijelaskan seperti ini, jika led dinyalakan dengan pulsa yang mempunyai duty cycle hanya 1% maka arus rata-ratanya hanya 20mA * 1% yaitu hanya 0.2mA, arus yang sangat kecil untuk menyalakan led dengan kecerahan yang diharapkan. Tetapi sebaliknya dengan menggunakan arus sampai 2A maka arus rata-rata yang melewati led tersebut hanya 20mA dalam (menggunakan duty cycle 1%) dengan arus sesaat yang besarnya 20mA sudah cukup untuk menyalakan led dengan kecerahan yang cukup baik.

Hal ini masih dimungkinkan karena led mempunyai karakteristik arus bias forward adalah 20mA sampai 50mA secara terus-menerus. Dan karakteristik ini tidak berlaku untuk arus sesaat dimana mempunyai batasan tersendiri yaitu pada parameter non-repetitive surge currentdimana nilainya sampai 10A.

Rangkaian Lampu Kilat Otomotif Menggunakan LED

Pada dasarnya rangkaian pada gambar 1 merupakan rangkaian osilator yang dibentuk oleh LF351. LF351 merupakan opamp yang dibangun dari FET sehingga mempunyai imoedansi yang sangat tinggi dan cocok sekali digunakan dalam osilator. Selain itu untuk menentukan lebar pulsa maka pada LF351 ini pada kaki non-inverting dibuat sebagai komparator.

Bentuk Sinyal Osilasi dan Sinyal Output

Bentuk Sinyal Osilasi Dan Sinyal Output

Komparator akan membandingkan tegangan sinyal osilasi (gambar 2 atas) dengan tegangan referensi tertentu. Tegangan referensi ini dibangun dengan menggunakan pembagi tegangan R1 dan R2. Sedangkan potensiometer R8 digunakan untuk mengatur frekuensi dari osilator sehingga secara langsung mengatur frekuensi dari kilatan lampu led. Untuk duty cycle dari pulsa-pulsa yang dibentuk dari LF351 dibuat tetap dengan maksud untuk menjaga agar arus rata-rata yang mengalir ke led tetap sekitar 20mA. Peningkatan duty cycle pulsa maka diperlukan pengaturan ulang resistansi pembatas arus ke led. Jika duty cycle-nya diperbesar maka arus rata-rata yang mengalir menuju led akan semakin besar sehingga nilai resistansinya perlu ditingkatkan. Jika resistansi pembatas arus led tidak dinaikkan maka arus tersebut dapat merusak led.

Osilator yang dibangun pada gambar 1 merupakan relaxation oscilator dimana operasi awalnya adalah dengan melakukan pengisian (charging) kapasitor C2 dan kemudian membuang (discharge) muatan tersebut sehingga menghasilkan sinyal seperti pada gambar 2 bagian atas.

LF351 juga berfugsi sebagai komparator tegangan dimana tegangan referensinya diatur oleh rangkaian R1 dan R2. Ketika tegangan di pin inverting lebih rendah dari pada tegangan pada pin non-inverting (tegangan referensi) maka output LF351 akan menghasilkan pulsa high tetapi sebaliknya ketika tegangan pad pin inverting lebih tinggi dari pada tegangan referensi maka output LF351 akan menghasilkan pulsa low.

Resistor R1 dan R2 membentuk pembagi tegangan yang tepat membagi tegangan pada pin non-inverting pada tengah-tengah tegangan suplai. Namun dengan adanya rangkaian potensiometer R8 dan R3 akan merubah tegangan ini. Jadi dengan kata lain, perubahan nilai resistansi pada potensiometer akan menyebabkan tegangan dari pembagian R1 dan R2 akan berubah. Ketika outputLF351 high maka tegangan ini akan naik sedangkan jika output LF351low maka tegangannya akan ikut turun pula.

Besarnya pengisian kapasitor juga ditentukan oleh pengaturang oleh potensiometer R8. Ketika nilai resistansi dari potensiometer R8 naik maka pengisian muatan C2 akan menurun dan sebaliknya.

Pada awalnya C2 tidak mempunyai muatan dan output LF351 akan high. Sesaat kemudian C2 akan mengisi muatan dari output LF351 yang saat itu dalam kondisi high melalui R4. R5 dan dioda D3 memberikan resistansi yang lebih rendah sehingga pengisian C2 akan semakin cepat sampai pada tegangan sekitar di atas tegangan bias pin non-inverting. Pada saat in output dari LF351 akan segera low dan C2 akan membuang muatannya hanya melalui R4. Rangkaian R5 dan D3 tidak dapat mengalirkan arus pembuangan ini sehingga pembuangannya akan lebih lama daripada pengisiannya.

Untuk driver led digunakan TIP122 atau dapat dipilih transistor lain yang tipenya darlington dan mampu melewatkan arus paling tidak 2.5A secara terus-menerus agar lampu kilat otomotif dapat memancarkan cahaya secara optimal.

Cara Mudah Membaca resistor SMD

Hasil gambar untuk resistor SMD

Sistem Tiga dan Empat Digit

Dalam sistem ini dua atau tiga digit pertama menunjukkan nilai resistansi numerik dari resistor dan digit terakhir memberikan pengganda. Angka digit terakhir menunjukkan kekuatan sepuluh yang digunakan untuk mengalikan nilai resistor yang diberikan. Berikut beberapa contoh nilai di bawah sistem ini:

  • 450 = 45Ω x 10 0 adalah 45Ω
  • 273 = 27Ω x 10 3 adalah 27.000Ω (27kΩ)
  • 7992 = 799Ω x 10 2 adalah 79.900Ω (79.9kΩ)
  • 1733 = 173Ω x 10 3 adalah 173.000Ω (173kΩ)

Huruf “R” digunakan untuk menunjukkan posisi titik desimal untuk nilai resistansi lebih rendah dari 10 ohm. Dengan demikian, 0R5 akan menjadi 0,5Ω dan 0R01 akan menjadi 0,01Ω.

baca : cara membaca kode resistor SMB

Sistem EIA-96

Resistor presisi yang lebih tinggi, dikombinasikan dengan ukuran resistor yang menurun, telah menciptakan kebutuhan untuk memiliki tanda baru yang lebih kompak untuk resistor SMD. Oleh karena itu, sistem penandaan EIA-96 telah dibuat. Hal ini didasarkan pada seri E96 , sehingga ditujukan untuk resistor dengan toleransi 1%.

Dalam sistem ini, penandaan ada dari tiga digit: 2 angka untuk menunjukkan nilai resistor dan 1 huruf untuk pengganda. Dua angka pertama mewakili kode yang menunjukkan nilai resistansi dengan tiga digit signifikan. Pada tabel di bawah ini, nilai untuk setiap kode diberikan, yang pada dasarnya adalah nilai dari seri E96. Misalnya, kode 04 berarti 107 ohm, dan 60 berarti 412 ohm. Faktor pengganda memberikan nilai akhir dari resistor, misalnya:

  • 01A = 100 Ω ± 1%
  • 38C = 24300 Ω ± 1%
  • 92Z = 0,887 Ω ± 1%

Penggunaan huruf mencegah kebingungan dengan sistem penandaan lainnya. Namun, perhatikan karena huruf R digunakan di kedua sistem. Untuk resistor dengan toleransi selain 1%, ada tabel huruf yang berbeda.

Seperti kode paket, kode nilai resistansi ini umum, tetapi pabrikan dapat menggunakan variasi pada ini atau bahkan sesuatu yang sama sekali berbeda. Oleh karena itu selalu penting untuk memverifikasi sistem penandaan produsen.

Kode Faktor dua kali lipat
Z 0,001
Y / R 0,01
X / S 0,1
SEBUAH 1
B / H 10
C 100
D 1`000
E 10 ribu
F 10`0000
Kode Nilai Kode Nilai Kode Nilai Kode Nilai Kode Nilai Kode Nilai
01 100 17 147 33 215 49 316 65 464 81 681
02 102 18 150 34 221 50 324 66 475 82 698
03 105 19 154 35 226 51 332 67 487 83 715
04 107 20 158 36 232 52 340 68 499 84 732
05 110 21 162 37 237 53 348 69 511 85 750
06 113 22 165 38 243 54 357 70 523 86 768
07 115 23 169 39 249 55 365 71 536 87 787
08 118 24 174 40 255 56 374 72 549 88 806
09 121 25 178 41 261 57 383 73 562 89 825
10 124 26 182 42 267 58 392 74 576 90 845
11 127 27 187 43 274 59 402 75 590 91 866
12 130 28 191 44 280 60 412 76 604 92 887
13 133 29 196 45 287 61 422 77 619 93 909
14 137 30 200 46 294 62 432 78 634 94 931
15 140 31 205 47 301 63 442 79 649 95 953
16 143 32 210 48 309 64 453 80 665 96 976